Diterbitkan:
Senin, 08-Jun-2015, 09:09 WIB

Dilihat:
295 kali

Agama dan Masalah Nomor Satu

foto gambar pembuka artikel Agama dan Masalah Nomor Satu

Sepengamatanku, agama itu termasuk isu yang sensitif di Indonesia. Saking sensitifnya, semua masalah yang semestinya sederhana bisa jadi keruh hanya karena disangkutpautkan dengan agama.

\n

Nggak jarang orang Indonesia itu kepo untuk urusan yang berkaitan dengan agama. Nggak jarang kita ketemu sama orang yang bertanya-tanya, “dia agamanya apa sih?” yang kemudian berlanjut kepada “kalau aku dan dia agamanya sama, apakah cara kami beriman juga sama?”.

\n

Entah kenapa aku merasa kalau tujuan utama kepo yang seperti itu untuk menarik garis tebal di antara “beda” dan “sama”. Yang kemudian masalah akan menjadi mudah bila ada di ranah “sama” dan sebaliknya menjadi rumit bilamana ada di ranah “beda”.

\n

 

\n

Sepengamatanku, orang Indonesia memang orang yang religius, yang selalu mengutamakan hubungan dengan Sang Maha Kuasa. Tapi, walaupun religius sekalipun, kalau orang tidak terlalu kepo membeda-bedakan keyakinan, orang tidak akan menyangkut-pautkan masalah-masalah yang ada dengan isu agama.

\n

Apa mungkin, orang Indonesia memandang semua masalah yang ada di dunia ini ada sangkut pautnya dengan agama? Dari mulai masalah rumit semacam krisis finansial hingga masalah sederhana seperti seorang bocah yang tidak naik kelas?

\n

Yang terucap,
“Dia lagi diuji Tuhan itu, karena jarang berdoa sama beribadah, makanya nggak naik kelas.”

\n

Bukan malah,
“Dia belajarnya kurang giat, lha sampai malam sukanya nonton televisi terus kok.”

\n

Pendapat yang sangat Indonesia sekali adalah,
“Dia memang kurang giat belajar. Sebaiknya kurangi nonton televisi dan jangan lupa perbanyak doa dan ibadah karena keberhasilan kita semata-mata karena-Nya.”

\n

 

\n

Jadi, kalau kamu punya masalah, urutan nomor satu yang mesti diperhatikan adalah agamamu. Apakah bermasalah atau tidak.

\n

Apakah seperti itu?