Diterbitkan:
Jum'at, 29-Mar-2013, 10:21 WIB

Dilihat:
891 kali

Anak Saya itu Pinter, Tapi Belum Keterima Kerja

foto gambar pembuka artikel Anak Saya itu Pinter, Tapi Belum Keterima Kerja

"Anak saya itu pinter Mas. Dia sarjana teknik. Sembilan semester sudah lulus. Walau nggak cum laude, IPK-nya ya tiga koma."

 

Ibu itu diam sejenak.

 

"Tapi itu dia Mas, anak saya belum keterima kerja. Dia pingin banget kerja di bank."

 

... eh?

 

"Lho Bu? Kan anak Ibu sarjana teknik, kalau di bank bukannya lebih banyak membutuhkan sarjana ekonomi ya? Kok anak Ibu nggak melamar di perusahaan pertambangan atau developer gitu?"

 

"Saya juga nggak tau Mas. Pas akhir-akhir mau lulus aja dia bilang pingin kerja di bank. Mungkin di bank uangnya lebih banyak ya Mas atau mungkin temen kuliah yang dia taksir kerja di bank, hahaha"

 

"Memang pas sekolah dulu minatnya ke IPS gitu Bu? Bukan IPA?"

 

"Ya dulu pas anak saya masih SMA, dia memang pintar di IPA dan pas penjurusan masuknya IPA. Saya sih orangtua pinginnya ya anak sekolah rajin dapat nilai bagus biar bisa masuk universitas bagus dan lulus dapat IPK bagus juga biar gampang dapet kerjaan bagus gitu."

 

"Anak saya ya pas sekolah sampai kuliah taunya ya tugasnya belajar Mas. Mungkin dia nggak mikir nantinya bakal kerja apa. Saya juga sih nggak pernah mikir anak saya nanti bakal kerja apa. Yang jelas asalkan kerjaan anak saya halal ya saya restui Mas."

 

"Ya, mungkin aja di luar sana banyak sarjana ekonomi yang pinter-pinter Mas, jadinya anak saya yang dari teknik tersisih gitu. Ya semoga aja anak saya cepet dapat kerjaan ya Mas. Sedih saya melihat dia nggak bergairah gitu."

 

 

 

Aku jadi mikir. Hidup itu memang pilihan, tapi mengapa kadang pilihan dibuat tanpa pakai perencanaan...