Diterbitkan:
Minggu, 27-Jul-2014, 21:08 WIB

Dilihat:
563 kali

Antara Caleg dan Mahasiswa KKN

foto gambar pembuka artikel Antara Caleg dan Mahasiswa KKN

Raut wajah bapak kepala desa awalnya sumringrah menyambut kedatangan tamu-tamu dari kota. Namun, raut wajah bahagia itu perlahan memudar tatkala mengetahui asal-usul tamu-tamunya dari perguruan tinggi.

 

Awal bulan Januari 2014, sejumlah kelompok mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi mengunjungi beberapa lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Pada observasi pertama ini, agenda kelompok hanya sekedar beramah-tamah dengan sejumlah pimpinan desa. Termasuk diantaranya adalah bapak kepala desa.

 

 

 

"Saya pikir caleg (calon legislatif), tak tahunya mau KKN", begitu keluh bapak kepala desa selepas tamu-tamunya pulang.

 

Bisalah sekiranya keluhan bapak kepala desa dipahami. Desa tempatnya tinggal dan bertugas ini terletak jauh di ujung perbukitan. Jangan tanya seperti apa medan jalan untuk mencapai ke sana. Yang pasti, negara ini punya pakem, semakin jauh suatu tempat dari kota besar, umumnya prasarananya berbanding terbalik dengan di kota besar. Tempat-tempat seperti ini sudah pasti yang dicari sebagai tempat penerjunan mahasiswa KKN.

 

 

 

"Kalau caleg kampanye bisa bawa banyak proyek Mas, seenggaknya ada terima uang"

 

Bapak kepala desa nampaknya menaruh harapan kemakmuran pada para calon legislatif yang tengah berkampanye. Lagi-lagi bisa dipahami, bagaimana desa terpencil ini memang butuh banyak proyek agar kehidupannya bisa terangkat walau hanya sedikit dan hanya dalam jangka pendek. Sementara itu mahasiswa KKN memang umumnya tidak digelontori banyak dana untuk membantu meningkatkan taraf kehidupan desa yang ditumpanginya.

 

 

 

Ah, ini hanya ocehan pendatang lewat yang numpang ngendog di kamar kecil rumah bapak kepala desa.