Diterbitkan:
Kamis, 23-Jul-2015, 10:00 WIB

Dilihat:
296 kali

Bahaya! Itu Bukan Tugas Saya

foto gambar pembuka artikel Bahaya! Itu Bukan Tugas Saya

Di sebuah ruang kantor yang lumayan rame, seorang ibu hendak mengurus sesuatu. Ibu itu lantas bertanya kepada salah seorang karyawan yang ada di sana.

 

"Dik, kalau saya mau ngurus ini saya mesti menghadap siapa ya?"
"Menghadap Pak X Bu. Tapi baru bisa minggu depan."
"Lho kenapa Dik?"
"Pak X sedang keluar kota Bu."

 

 

 

Ibu itu menerawang sekitarnya. Beberapa karyawan berkutat di depan komputer. Beberapa yang lain sibuk mengobrol. Ibu itu berpikir kalau sekiranya ada karyawan yang bisa dimintai tolong karena tidak terlalu sibuk.

 

"Dik, apa mesti harus menghadap Pak X? Apa beliau tidak mewakilkan pengurusan ini pada kalian yang di sini? Saya lihat beberapa di antara kalian sepertinya tidak terlalu sibuk."
"Wah, maaf Ibu. Perkara pengurusan ini hanya Pak X yang paham. Kami juga tidak berani karena ini bukan ranah kerja kami, sehingga kemampuan kami menangani ini terbatas Bu. Takut salah."

 

 

 

Setelah mengucap terima kasih, Ibu itu pun lantas beranjak pergi. Sebelum ia keluar dari ruang kantor, samar-samar ia mendengar seorang karyawan berujar.

 

"Ah, ngapain gue urusin itu kerjaan? Itu kan job desc-nya mbak K. Bilang aja sama itu orang suruh sabar soalnya mbak K lagi sibuk ngurus yang lain. Gue sih mau santai dulu mumpung belum ada kerjaan sesuai job desc gue. Kapan lagi bisa kerja santai kayak gini?"

\n

"Gue sih sebenernya mau bantu. Dulu Mbak K pernah ngajarin ke gue caranya. Tapi itu kan juga bukan job desc-nya gue. Nanti kalau gue kerjain malah gue kena masalah sama Bos karena ngerjain sesuatu yang bukan job desc gue. Serba salah gini ya mau bantu. Tapi gimana lagi?"