Diterbitkan:
Minggu, 21-Jul-2013, 14:57 WIB

Dilihat:
650 kali

Bantuan Beda Agama

foto gambar pembuka artikel Bantuan Beda Agama

Dua orang yang berbeda keyakinan sedang terlibat dalam suatu perbincangan.

 

"Apa? Kamu tidak mau menerima bantuan dariku?"

 

"Ya, sebab aku ragu-ragu."

 

"Ragu-ragu kenapa?"

 

"Sebab nanti kamu membujukku untuk berpindah ke agamamu. Ini tipu muslihatmu kan?"

 

"Kenapa kamu menuduhku seperti itu?"

 

"Sebab kamu mencurigakan."

 

"Apanya?"

 

"Bantuan yang kamu berikan ini."

 

"Kamu pikir, orang-orang akan semudah itu berpindah agama ketika diberi bantuan dari orang yang berbeda agama?"

 

"Ya nggak lah!"

 

"Apa bantuan yang aku berikan ada unsur-unsur dari agamaku seperti tulisan, simbol, atau lain sebagainya?"

 

"Tidak!"

 

"Begini ya. Aku membantumu hanya demi meringankan beban penderitannmu yang sedang kesusahan, sebagai sesama manusia, sesama makhluk Tuhan. Kamu mengerti?"

 

"Aku mengerti. Tapi itu hanya bagian dari tipu muslihat kaummu!"

 

"Hmmm, andaikan ada orang yang segama denganmu memberimu bantuan seperti yang aku berikan, apakah kamu akan menolaknya atau menerimanya?"

 

"Ya, tentu saja bakal aku terima!"

 

"Nah, apa bedanya dengan bantuanku?"

 

"Karena bantuan mereka tidak pakai tipu muslihat seperti yang kamu lakukan!"

 

"Maksudmu?"

 

"Habis ini kamu menyuruhku untuk berpindah agama menjadi agamamu kan?"

 

"Andaikan memang aku menyuruhmu demikian, apakah kamu akan menurutinya?"

 

"Ya jelas tidak lah!"

 

"Lantas kenapa kamu gusar?"

 

"Karena aku tak sudi dikasihani oleh orang yang berbeda agama denganku!"

 

"Kalau begitu kamu tidak boleh seperti ini terus!"

 

"Seperti ini apanya?"

 

"Kamu tidak boleh lagi menjadi orang susah. Kamu tidak boleh lagi terus-menerus dikasihani dan menerima bantuan. Kamu harus berubah menjadi orang yang memberi bantuan. Dengan demikian kamu bisa memberi bantuan ke orang-orang yang segama denganmu dan yang berbeda agama denganmu. Kamu paham?"