Diterbitkan:
Jum'at, 25-Jul-2014, 19:14 WIB

Dilihat:
485 kali

Belajar Mandiri dan Dikuliahi Dosen

foto gambar pembuka artikel Belajar Mandiri dan Dikuliahi Dosen

"Nggak mungkin. Nggak mungkin ada yang langsung paham dengan apa yang diajarkan oleh dosen pada saat itu juga.", kata seorang kawan bertahun-tahun lamanya

 

Begitu mendengar pernyataan sang kawan, terbayanglah suatu suasana kelas yang diisi oleh sekumpulan mahasiswa dan seorang dosen. Sang dosen berdiri di muka kelas, menjelaskan apa yang ia torehkan di papan tulis. Sementara pandangan para mahasiswa tertuju ke papan sembari telinga mereka menangkap tutur kata sang dosen.

 

Selang beberapa saat, sang dosen bertanya kepada para mahasiswanya,

 

"Apakah ada di antara kalian yang tidak mengerti?"

 

Seperti reaksi pada umumnya, tak ada satu pun mahasiswa yang menyaut pertanyaan sang dosen. Saat itulah kawan ini mengkokohkan asumsinya.

 

"Betul kan! Karena tidak ada satu pun di antara kita yang menyaut pertanyaan dosen, itu tandanya tidak ada yang paham dengan apa yang diajarkan dosen!"

 

Kalau memang tidak ada yang mengerti dengan penjelasan dosen di kelas, untuk apa mahasiswa membuang-buang waktu hadir di kelas tersebut?

 

"Presensi! Ada dosen yang mensyaratkan hanya boleh bolos satu kali pertemuan kalau ingin nilai akhirmu di atas B. Selain presensi ya untuk mengumpulkan tugas di pertemuan sebelumnya."

 

Namun, mengapa pada penilaian akhir banyak mahasiswa yang memperoleh nilai A atau B? Toh semua pertanyaan dalam bentuk uraian, jadi tidak mungkin mengandalkan probabilitas jawaban benar layaknya menjawab soal pilihan berganda.

 

Apa yang disebut dengan satuan kredit semester atau SKS, pada hakikatnya tidak terbatas hanya berupa waktu tatap muka di kelas, melainkan juga waktu pengerjaan tugas dan waktu belajar mandiri. Lantas, apakah memang dosen sendiri kurang berdaya untuk membuat mahasiswanya paham apa yang diajarkan di kelas? Atau memang mahasiswa lebih nyaman belajar mandiri dengan caranya sendiri?

 

Ah, tapi kalau mahasiswa hanya belajar mandiri dan tidak pernah dipertemukan dengan dosen, mahasiswa itu tak akan punya teman lawan tangguh untuk mengasah ilmunya. Ini yang kerap terabaikan oleh mahasiswa.