Diterbitkan:
Senin, 30-Mar-2015, 13:09 WIB

Dilihat:
443 kali

Berharap Pada Manusia Dirasa Salah

foto gambar pembuka artikel Berharap Pada Manusia Dirasa Salah

Aku bingung dengan saran yang menyebutkan bahwa,
“Jangan berharap pada manusia. Berharaplah pada Tuhan.”

 

Mendengar saran itu bikin aku garuk-garuk kepala dan bokong berulang kali. Karena aku merasa kok sepertinya kurang tepat?

 

 

 

Misalnya begini, aku membagi tugas untuk dikerjakan sama teman-temanku. Misalnya saja aku mandor dan teman-temanku itu ada yang tukang kayu, tukang besi, tukang listrik, tukang batu, dan lain sebagainya. Kami semua bekerja membangun rumah.

 

Jelas, sebagai mandor kan tentunya aku berharap tugas-tugas yang aku pasrahkan ke mereka dikerjakan dengan baik. Kan mereka ahli-ahli di bidangnya toh?

 

Kalau terus aku nggak berharap ke mereka dan harus berharap ke Tuhan itu menurutku kok ya kurang pas. Lha kan yang mengerjakan pembangunan rumah itu kan aku dan teman-temanku itu toh? Bukan Tuhan toh?

 

 

 

Pas lagi ngendog aku berpikir. Apa ya alasannya nggak boleh berharap sama manusia. Oh, mungkin untuk menghindari perasaan kecewa! Memang sih, perasaan kecewa itu muncul sebagai efek dari harapan yang tidak terwujud. Eh, tidak atau belum terwujud itu rasanya agak-agak mirip deh.

 

Apapun itu, dalam hidup kita memang mesti ikhlas ketika berhadapan dengan hasil usaha yang kita lakukan. Kan ada pepatah yang bilang, Give your best and let God do the rest. Tapi dengan ikhlas bukan berarti kita bisa santai-santai kayak di pantai. Kita ya mesti usaha keras. Hasil akhirnya ya serahkan sama yang di atas.

 

Kalau dalam pengandaianku sebagai mandor itu. Aku nggak bakal melepas teman-temanku bekerja gitu aja. Pasti lah aku cek kerjaan mereka. Semata-mata kan aku juga berusaha supaya apa yang mereka kerjakan sesuai dengan harapanku.

 

 

 

Jadi menurutku sih silakan berharap pada manusia untuk hal-hal yang berkaitan dengan urusan manusiawi. Ditambah lagi, belajar lah mengendalikan diri untuk tidak mudah kecewa atau jangan sampai kecewa banget.

 

Susah? Siapa bilang hidup itu gampang? Ngarep! :p