Diterbitkan:
Minggu, 21-Apr-2013, 18:05 WIB

Dilihat:
551 kali

Bukan Sistem UN yang Salah, tapi yang Terlibat

foto gambar pembuka artikel Bukan Sistem UN yang Salah, tapi yang Terlibat

Bermula dari obrolan di warung makan, pendapat bahwa UN (Ujian Nasional) semestinya dihapuskan adalah sesuatu yang salah. Namun, UN yang berjalan saat ini juga jauh dari kesempurnaan. Nah lantas? Mau menyingkirkan sistem UN saat ini dan menggantinya dengan yang sistem baru?

 

Asal tahu saja ya. Yah, mungkin ini adalah satu hal penting yang kita belum sadari sebelum saling menyalahkan yang lain. Camkan:

 

Sebagus apapun sebuah sistem, kalau orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak menggunakan sistem sebagaimana seharusnya, ya sistem itu akan jadi jelek.

 

Juga yang ini nih.

 

Sistem itu benda mati. Manusia itu makhluk hidup. Harusnya manusia yang menyesuaikan diri dengan sistem, bukan sistem yang dipaksa harus menyesuaikan dengan tabiat manusia.

 

 

 

Jadi, penyelesaian yang paling optimal menurutku adalah dengan "merombak moral" orang-orang yang terlibat di dalam sistem UN saat ini. Siapa saja mereka? Siswa, Guru, dan Dinas Pendidikan.

 

Kalau siswa masih menganggap ujian sebagai momok, masih ke sekolah karena diperintah orangtua, pokoknya belum memiliki kesadaran untuk menuntut ilmu secara baik. Ya... bakal ada saja yang melakukan kecurangan macamnya mencontek.

 

Kalau guru masih mendidik siswa dengan ala kadarnya, hanya berusaha pada akhirnya agar siswanya lulus ujian nasional, ya sama saja... pasti masih ada di antara guru yang juga melakukan kecurangan.

 

Dinas pendidikan? Beh! Kalau semata-mata hanya melakukan sesuatu berdasarkan uang dan tidak dengan sepenuh hati memajukan pendidikan di negeri kita. Sama saja tahun-tahun ke depan dengan tahun ini.

 

 

 

Ini sebenernya adalah masalah klasik: Mayoritas orang Indonesia itu kesadaran dirinya rendah.

 

Sepele kan? Memang sepele. Tapi karena sudah mengakar dimana-mana, akhirnya kegagalan yang bermunculan seperti yang terjadi pada Ujian Nasional 2013 ini dan ujung-ujungnya adalah menyalahkan sistem padahal itu akibat ulah orang-orang yang terlibat di sistem tersebut.