Diterbitkan:
Selasa, 28-Okt-2014, 05:13 WIB

Dilihat:
548 kali

Bukan Tuhan, Tapi Pengendalian Diri

foto gambar pembuka artikel Bukan Tuhan, Tapi Pengendalian Diri

Kalau memang benar, kasihan sekali itu para pandai besi pembuat pisau. Mereka juga bakal belepotan dosa, karena pisau hasil karyanya itu turut andil dalam tindak-tanduk kriminal ulahnya para begal.

 

Padahal, di tangan juru masak, pisau itu bermanfaat sekali untuk mencacah dan meranjang umbi serta sayuran. Tidak ada darah tertumpah pada pisau selain darah yang masih melekat pada daging hewan ternak.

 

Nah, kalau pisau lantas bernasib sebagai eksekutor nyawa manusia tentu itu sudah beda soal. Makanya, aku bilang “nasib” karena yang menentukan si penggunanya alias manusia. Bukan “takdir” karena Tuhan tidak menciptakan pisau dengan kemampuan untuk gerak-gerak sendiri.

 

 

 

Ya toh?

 

 

 

Kalau lantas kita menghakimi suatu benda ciptaan manusia dengan menyematkan nama Tuhan dikarenakan kita melihat ada kekurangan daripadanya, menurutku itu kurang pantas.

 

Kalau memang tujuan diciptakannya benda itu baik, namun pada pelaksanannya malah disalahgunakan, tidak lantas bisa kita bilang kalau benda itu tidak baik.

 

Yang kita inginkan memang benda yang tiada bercelah yang tiada dapat disalahgunakan yang tiada kan membawa musibah. Namun yang seperti itu dengan kemampuan manusia yang serba terbatas apakah bisa terwujud?

 

Anda mungkin bilang “bisa” saat Anda hendak membuatnya. Tapi saat ada orang lain yang hendak menggunakannya, apakah Anda juga berani bilang “bisa”? Ingat, kemampuan manusia untuk memahami itu berbeda-beda.

 

 

 

Maka dari itu, untuk urusan seperti ini janganlah bawa-bawa nama Tuhan. Cukup kendalikan diri Anda sendiri supaya apa-apa yang anda gunakan tepat sasaran dan tidak merugikan orang lain dan makhluk hidup di sekitar Anda.