Diterbitkan:
Senin, 13-Jul-2015, 11:18 WIB

Dilihat:
307 kali

Ceramah di Hadapan Anak-Anak

foto gambar pembuka artikel Ceramah di Hadapan Anak-Anak

Dalam matematika dikenal yang disebut sebagai galat alias error yang bisa jadi muncul pada perhitungan. Kalau dalam suatu perhitungan galatnya bernilai kecil, biasanya sih diabaikan alias tidak dianggap. Karena bila galatnya ikut diperhitungkan biasanya hasilnya tidak jauh beda dengan tanpa menyertakan galat.

 

Dalam ceramah-ceramah, para hadirin yang usianya masih belia alias anak-anak sering dianggap sebagai galat yang kerap diabaikan. Khususnya bila para hadirin didominasi dari golongan manusia dewasa. Maka dari itu nggak heran kalau ceramah-ceramah itu terdengar membosankan untuk anak-anak dan membuat mereka sibuk sendiri-sendiri, karena toh mereka dipandang oleh penceramah sebagai galat yang diabaikan.

 

Memang susah sih menyenangkan setiap pihak. Apalagi kalau pihak-pihak berasal dari golongan yang terlalu heterogen. Nyari titik tengahnya sulit. Jadi kepikiran, kalau terasa sulit kenapa nggak nyari titik tengahnya secara bareng-bareng ya? Ada diskusi bareng antara penceramah, hadirin dewasa, dan hadirin anak-anak gimana maunya biar semua sama-sama enak. Tapi ya paling ujung-ujungnya berujar, "terserah saja". Hwarakadah...

 

Pada akhirnya ceramah hanya berlalu dari mulut sang penceramah dengan para hadirin cilik itu sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri.