Diterbitkan:
Minggu, 28-Jun-2015, 10:59 WIB

Dilihat:
229 kali

Dekat dan Butuh Tuhan

foto gambar pembuka artikel Dekat dan Butuh Tuhan

Andaikan Tuhan bisa ngomong, mungkin Tuhan akan bilang
“Jadi kamu mendekati Aku hanya ketika kamu butuh saja ya?”

\n

Pertanyaan itu terdengar sejenis dengan pertanyaan,
“Jadi kamu ke dokter hanya ketika kamu sakit saja ya?”
“Jadi kamu kerja hanya karena kamu butuh uang saja ya?”
“Jadi kamu mengabarkan kawan karena kamu butuh bantuan saja ya?”

\n

Aku sebagai anak matematika percaya hubungan sebab-akibat. Yang mana pasti ada alasan seseorang melakukan sesuatu. Apapun itu. Walau terkadang kita sendiri mencurigainya,
“Ah bohong! Pasti ada udang di balik batu!”

\n

Lantas berujung kepada sebuah kesimpulan,
“Kamu dekat kalau ada maunya saja!”

\n

Untuk setiap relasi kita dengan banyak orang sepanjang hayat kita, berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk menjalin hubungan dengan mereka?

\n

Ada yang bilang seperlunya saja. Tetapi malah dibantah
“Jadi hanya segitu? Kenapa nggak lebih?”

\n

Ketika hal tersebut dituruti, yang lain malah berseru
“Aku juga mau diprioritaskan!”

\n

Mumet lah dunia hanya demi menjalin relasi dekat ketika tidak butuh. Ah, untung saja Tuhan tak berujar
“Apa kamu tidak punya hal lain yang untuk dikerjakan selain mencoba dekat dengan-Ku?”