Diterbitkan:
Minggu, 08-Sep-2013, 18:21 WIB

Dilihat:
635 kali

Dilarang Pakai Balai Desa

foto gambar pembuka artikel Dilarang Pakai Balai Desa

Ada satu desa yang terbagi jadi 3 rukun warga (RW). RW pertama letaknya bersebelahan dengan bukit. RW yang kedua diapit dua sungai. Sedangkan RW yang ketiga letaknya dekat dengan hamparan ladang.

 

Balai desa letaknya di RW 2. Pas berada di tengah-tengah desa.

 

Selama ini tidak ada masalah dengan penggunaan balai desa. Setiap warga yang ingin menggelar hajat boleh mempergunakannya. Asal terlebih dahulu lapor ke kepala desa atau wakilnya.

 

Sampai suatu ketika, berhembuslah usulan kalau balai desa dilarang dipakai oleh umat nasrani. Sempat pula berhembus isu akan dibangun balai desa kedua khusus untuk umat Nasrani yang letaknya di RW 1.

 

Sebabnya jumlah keluarga nasrani di RW 1 lebih banyak dibandingkan dengan RW 2 dan RW 3. Walaupun begitu, jumlah keluarga nasrani di desa itu tetap kalah banyak dibandingkan jumlah keluarga muslim.

 

Jumlah keseluruhan keluarga nasrani di desa itu ada 12 keluarga, dengan 6 keluarga di RW 1, 4 keluarga di RW 2, dan 2 keluarga sisanya di RW 3. Sedangkan jumlah keluarga muslim adalah mayoritas sebanyak 31 keluarga.

 

Ada yang bilang, usulan larangan itu muncul disebabkan acara selamatan seroang aparat desa tidak bertempat di balai desa karena sedang dipakai untuk kegiatan umat nasrani. Alhasil, acara selamatan digelar di rumahnya beserta para tetangganya yang sempit-sempit. Acara selamatan itu dihadiri tamu pemuka agama yang datang dari kota kabupaten. 

 

Demikianlah cerita di sore hari ini.