Diterbitkan:
Sabtu, 07-Sep-2013, 17:20 WIB

Dilihat:
747 kali

Habis Aku Diwisuda, Aku Kuliah Lagi: #1

foto gambar pembuka artikel Habis Aku Diwisuda, Aku Kuliah Lagi: #1

Di parkiran gedung Grha Sabha Pramana UGM itu sudah menanti kedua orangtuaku. Ibu sempat bilang kalau beliau terharu menyaksikan aku diwisuda dengan gelar sarjana sains dari atas tribun pengunjung.

 

Tapi toh, keharuan itu tidak berlangsung lama karena aku segera melepas toga yang aku pakai, menitipkannya ke Ibu, dan menyuruh (kasar amat bahasanya ya?) mereka berdua pulang ke rumah tanpa aku.

 

Kenapa? Karena aku mau masuk kelas mata kuliah jam sebelas siang. Kuliah lagi.

 

Dari kejauhan aku memandang hiruk-pikuk kegembiraan mahasiswa yang baru saja diwisuda bersama rekan dan keluarga mereka. Di sisi yang lain, aku memandang sekelompok teman-teman sang mahasiswa yang sepertinya menunggu giliran untuk diwisuda.

 

Penampilanku tanpa toga ya tidak jauh beda dengan mahasiswa angkatan uzur. Pakai kemeja belel, daleman kaos, celana jins hitam, dan sepatu kets butut hitam.

 

Di peraturan wisuda memang ditulis bahwa pakaian yang wajib dikenakan diantaranya adalah celana bahan dan sepatu pantofel. Tapi aku yakin, panitia tak bakal menginspeksi. Apalagi toga hitam yang kebesaran menutupi pakaian penyamaranku.

 

Seorang ibu paruh baya memandang ke arahku. Beliau tersenyum sambil berkata.

 

"Semoga cepat lulus ya Mas, dimudahkan skripsinya"

 

Aku balas dengan senyuman dan ucapan singkat.

 

"Aamiin Bu"

 

Dalam hati aku berkata,

 

"Peduli amat dengan wisuda!"

 

Penyamaranku berhasil. Aku pun melanjutkan berjalan kaki dari gedung Grha Sabha Pramana ke kampus FMIPA Utara yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit.