Diterbitkan:
Kamis, 14-Jun-2012, 01:54 WIB

Dilihat:
971 kali

Hidupku di Jaman Internet Mahal

foto gambar pembuka artikel Hidupku di Jaman Internet Mahal

Di tahun 2000, waktu itu aku masih SMP, koneksi internet masih mengandalkan modem dial-up. Kalau dibandingkan dengan koneksi ADSL atau HSPA, kecepatannya lambaaan banget.

 

Waktu itu kan sedang booming anime Rurouni Kenshin (Samurai X). Untuk download 1 lagu MP3 anime itu saja yang besarnya kira-kira 5 Mb perlu waktu hampir 1 jam. Beh!

 

Yang paling memberatkan sih ... MAHAL!

 

Biaya koneksi internet bikin tagihan telepon rumah membengkak. Bapak cuma bisa geleng-geleng kepala deh. Nggak enak juga pakai internet lama-lama.

 

Jadi, segala sesuatu yang ada hubungannya dengan internet ya harus dibatasi. Termasuk belajar web programming. Iya, modal softwarenya cuma notepad. Tapi ongkos koneksi dial-up nya yang bikin bangkrut. Apalagi waktu itu belum jamannya PHP. Website masih banyak dihosting di Geocities. Aku waktu itu juga masih bocah, mau nulis apa di internet juga nggak tahu.

 

Tapi waktu itu aku ya tetap belajar bahasa pemrograman. Modalnya waktu itu QBASIC di disket 1,44” yang aku dapat dari guruku. Terus dikasih tahu juga ada program Visual Basic. Sumber belajar waktu itu ya dari internet, tapi ukuran filenya kan kecil sekitar 100-an Kb.

 

Waktu itu kepingin banget bikin game, hahaha. Kan ya masih seneng main Playstation dan beberapa game komputer. Sempet belajar API OpenGL dan DirectDraw juga lho waktu itu. Keren juga ya ilmuku pas masih sekolah, hahaha.

 

Tapi lambat laun semangat bikin game surut. Sebab, aku yang masih bocah itu bingung gimana nanti kalau gamenya dibajak. Lagipula aku cuma bisa coding aja. Aku butuh yang bisa gambar dan bikin musik juga.

 

Ya sudah deh...