Diterbitkan:
Jum'at, 09-Mei-2014, 23:15 WIB

Dilihat:
441 kali

Islamisasi, Kristenisasi, Komunisasi, Atheisasi

foto gambar pembuka artikel Islamisasi, Kristenisasi, Komunisasi, Atheisasi

Setahu saya, pindah keyakinan alias berganti agama itu tidak semudah seperti gonta-ganti kartu SIM. Adapun promosi bahwa agama saya lebih enak dari agama sampeyan itu juga bukan seperti perang iklan operator seluler. Lantas, kenapa masih saja ada orang yang khawatir kalau si Anu bakal berganti agama atau si Inu bakal mendorong orang lain untuk berganti agama?

 

"Itu kristeninasi!"
"Lha kok bisa bilang gitu?"
"Mereka mengadakan acara kristen di tengah komunitas muslim! Pasti ada kegiatan terselubung selain itu!"

 

Ah, mungkin sebagian besar manusia Indonesia memang terlalu banyak menaruh curiga. Acara belum mulai sudah main tuduh. Acara sedang mulai pun tak bersedia ikut. Jelas saja, yang ada hanya curiga.

 

"Kalian juga islamisasi!"
"Lha kenapa lagi?"
"Sehari lima kali suara adzan meraung-raung! Belum lagi setiap hari yang diekspos selalu umat muslim!"

 

Nah, kan. Yang begini ini nih cikal bakalnya perang dunia ketiga. Yang mayoritas kadang kelewat batas hingga menganggap semua serba bebas. Padahal ya... yang minoritas bisa jadi punya pendapat lain.

 

"Makanya komunisasi aja!"
"Lha ini apalagi?"
"Biar semuanya serba seragam. Biar nggak ada perselisihan karena agama."

 

Tapi masak iya kalau semua seragam lantas nggak ada perselisihan? Jangan-jangan malah saling rebutan, karena satu yang seragam dipakai buat ramai-ramai.

 

"Biar nggak ribut-ribut mending atheisasi aja."
"Heee?"
"Lha kalau nggak merasa punya Tuhan kan ya nggak bakal berantem karena agama?"