Diterbitkan:
Kamis, 19-Jul-2012, 12:43 WIB

Dilihat:
817 kali

Jangan tanya Agama

foto gambar pembuka artikel Jangan tanya Agama

Wanita itu mengeluh lagi. Bukan mengeluh perihal pekerjaannya. Melainkan mengeluh ketika ia ditanya apa agamanya.

 

Ada apa? Sebenarnya gampang saja kan? Tinggal sebut saja satu dari sekian pilihan  agama yang menjadi isian kolom agama KTP. A, B, C, D, dst. Kalau tak ada yang dimaksud, ya tinggal sebut saja nama keyakinan yang diyakini.

 

Mudah toh? Lha kenapa jadi sewot?

 

Saya sih menduga, wanita itu tidak sungguh-sungguh mendalami agamanya. Eh, maksud saya agama warisan orangtuanya. Mungkin ia baru mencari jati diri. Entahlah saya tidak tahu.

 

Tapi jangan sekali-kali menganggap agama itu tidak penting. Jangan anggap lebih penting kepribadian seseorang dibandingkan agamanya. Mungkin kepercayaan wanita itu sedang terluka. Sebab, akhir-akhir ini sering kita mendengar kabar terungkapnya kejahatan orang-orang yang terlihat "baik".

 

Jadi, pilih satu dari sekian banyak. Jangan tidak memilih. Jangan pula mencampur-adukkan.

 

Saya sih yakin, bilamana orang-orang bersungguh-sungguh mendalami agamanya, ia akan menjadi orang yang sungguh-sungguh baik terhadap sesamanya. Ini sulit banget lho! Tapi ya kan namanya hidup memang nggak pernah mudah kan?

 

Supaya nanti tidak bakal ada lagi orang seperti wanita itu. Yang mengeluh ketika ditanya apa agamanya.