Diterbitkan:
Rabu, 08-Feb-2017, 15:37 WIB

Dilihat:
223 kali

Jawaban dari Tuhan atas Masalahmu

foto gambar pembuka artikel Jawaban dari Tuhan atas Masalahmu

Pada suatu waktu, si Mahasiswa A curhat kepada kawannya si Mahasiswa B.

 

 

"Aku pusing! Skripsiku stuck! Buntu! Padahal aku inginnya ikut wisuda di periode ini.", keluh si Mahasiswa A

"Yang sabar. Banyak-banyak berdoa. Siapa tahu Tuhan membukakan jalan", saran si Mahasiswa B bijak

 

 

"Sudah sekitar seminggu lebih aku berdoa minta tolong kepada Tuhan supaya skripsiku yang stuck ini diberi jalan keluar. Tapi sampai sekarang aku masih stuck juga!"

"Ya, yang sabar. Mungkin doamu perlu diperbanyak lagi dan lebih diperlama."

"Lha? Mau doanya diperlama sampai kapan!? Kurang dari 2 bulan lagi sudah jadwalnya wisuda! Skripsiku nggak bisa begini terus!"

 

 

"Ya... mungkin kamu harus berbesar hati menerima kehendak Tuhan yang seperti ini."

"Maksudmu?"

"Yah.... mungkin Tuhan memang menakdirkan kamu berada dalam fase di mana kamu stuck dengan skripsimu?"

"Lho kok gitu?"

"Ya... namanya Tuhan kan ya bebas berkehendak apapun terhadap hamba-Nya toh? Mau skripsimu lancar atau buntu begini kan itu semata-mata kehendak-Nya juga."

 

 

 

"Wah, kok ya masak gitu sih? Bukannya Tuhan itu senantiasa menjawab doa hamba-Nya ya?"

"Yah... mungkin saja bagi Tuhan masalah skripsimu ini JAUH lebih sepele dibandingkan doanya orang lain yang masalahnya lebih berat? Karena itu Tuhan memutuskan menjawab doamu nanti sajalah, hehehe."

"Waduh... jangan ngawur gitu dong!"

 

 

"Ya mungkin atau nggak gini. Bisa jadi Tuhan nggak menjawab doamu dengan jawaban seperti apa yang kamu harapkan."

"Maksudnya gimana?"

"Misalnya kamu berharap pas selesai berdoa tiba-tiba file word skripsimu yang buntu itu mendadak disisipkan jawaban oleh Tuhan? Hehehe."

"Ya aku nggak berharap Tuhan memberi jawaban skripsi yang kayak gitu juga kali!"

 

 

"Lha terus kamu ingin jawaban dari Tuhan yang bagaimana?"

"Ya... ya... ya... pokoknya ya yang dimudahkan lah gitu. Kalau jawabannya mendadak muncul di file word gitu kayak nggak masuk akal."

"Nggak masuk akal? Lha kamu menyangsikan kuasa Tuhan? Tuhan kan maha segala-galanya! Masak menyisipkan beberapa baris penjelasan di file word aja nggak bisa?"

"Waduh ya nggak kayak gitu juga maksudku. Aku jadi malah bingung..."

 

 

 

"Ya sudah gini saja. Kamu sekarang berusaha keras saja mengerjakan skripsimu. Kamu utak-atik itu masalah topik yang buntu tanpa menyerah. Seakan-akan Tuhan sama sekali nggak bakal mengulurkan bantuan buatmu terkait skripsimu itu."

"Lho kok gitu? Sebagai orang yang religius kan aku memasrahkan permasalahan kepada Tuhan?"

"Ya tapi kalau kamunya hanya pasrah menanti jawaban Tuhan yang tak kunjung datang skripsimu kan juga nggak bakal maju-maju toh? Paling nggak kamu sudah berusaha. Siapa tahu juga Tuhan tergelitik dengan usaha kerasmu sehingga memberi bantuan."

 

 

"Tapi... kalau aku sudah berusaha keras tapi masih tetap buntu juga gimana?"

"Woh tenang! Setiap masalah manusia pasti ada jalan keluarnya kok! Yah, mungkin kalau terus-menerus buntu dosen pembimbingmu bakal memberi bantuan atau mengikhlaskan topik tersebut untuk dibiarkan apa adanya. Ya kan?"

"Iya ya. Bener juga ya?"

"Ya... separah-parahnya kalau sampai akhir skripsimu tetap stuck dan dosen pembimbing nggak mau terima sehingga akhirnya kamu terpaksa di-DO kan ujung-ujungnya kamu nggak mikir masalah ini lagi kan? Hehehe."

"Wooooh! Asyem!"