Diterbitkan:
Minggu, 09-Nov-2014, 09:40 WIB

Dilihat:
596 kali

Kolom Agama yang Tidak Update

foto gambar pembuka artikel Kolom Agama yang Tidak Update

Polemik dihilangkannya kolom agama di KTP masih menjadi persoalan yang berlarut-larut. Ada yang menentang. Ada yang menolak. Ada pula teliti mencermati bahwasanya keberadaan kolom agama di KTP itu tidak lepas dari cacat.

 

 

 

Seperti misalnya si Dudu. KTP nya berlaku sampai dengan tahun 2016. Nah, di tahun 2014 ini dirinya menikah dengan si Lusi. Mulanya keduanya memiliki agama yang berbeda. Nah, saat menikah, si Dudu pindah agama ngikut agama si Lusi. Walaupun Dudu sudah pindah agama di tahun 2014, toh agama yang tertera di KTPnya masih agama yang ia peluk saat ia lajang. Isi kolom agama itu baru ter-update nanti di tahun 2016 pas Dudu ganti KTP.

 

Jadi, ada yang bilang, di negeri kita orang baru bisa ganti agama selambat-lambatnya 5 tahun sekali. Maksudnya, agama yang tertera di KTP. Untungnya ganti agama tidak semudah pindah provider seluler.   

 

 

 

Tapi nasib yang agak naas mungkin seperti yang dialami oleh Mbah Gani. Usianya sudah menginjak 70 tahun. Alhasil KTP nya sudah masuk kategori KTP seumur hidup. Entah gimana ceritanya, Mbah Gani memutuskan berpindah keyakinan di usianya ini. Karena KTP nya sudah berlaku seumur hidup, otomatis Mbah Gani nggak punya kesempatan untuk ng-update kolom agama di KTPnya. Lagipula di Mbah Gani sudah tidak terlalu ambil pusing dengan urusan agama di KTP. Beliau cuma ingin dekat dengan Tuhannya yang kini ia imani.

 

Makanya, ada yang menganggap kolom agama di KTP itu kurang relevan. Begitu juga dengan kolom-kolom lain semisal nama, alamat, status kawin, pekerjaan, dan kewarganegaraan. Karena semua itu ada kemungkinan masih bisa gonta-ganti selama si manusia masih hidup. Ya toh?

 

 

 

Kolom di KTP yang sangat valid semenjak si manusia hidup sampai meninggal hanya ada tiga yaitu tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, dan golongan darah. Karena manusia tidak bisa kembali ke masa lampau untuk mengganti tempat dan tanggal lahirnya. Juga karena jenis kelamin dan golongan darah sudah sepaket pemberian Tuhan. Betul toh?

 

Jadi, kalau besok-besok di fisik KTP hanya tertera nomor induk kependudukan, tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, dan golongan darah itu saya paham.

 

 

 

Lha? Lantas gimana kita tahu itu orang namanya siapa, alamatnya di mana, pekerjaannya apa, dan data-data lain dari KTPnya?

 

Tenang dulu Bro! Kita sekarang hidup di jamannya Xiaomi bersaing dengan Apple. Negara kita kan sudah menerapkan e-KTP. Jadi ya tinggal dipindai saja e-KTPnya dan nanti bisa direlasikan dengan riwayat data-data pribadi orang tersebut, semisal riwayat si orang itu gonta-ganti agama, riwayat pindah alamat, riwayat keluarga, riwayat rekening bank, dan lain sebagainya. Kan kalau gini data-datanya lebih update. Iya gak sih? Iya aja lah! :p

 

 

 

Yang kayak gini sih biasanya nggak terpikirkan selain sama orang TI. Makanya, melek TI dikit ah.