Diterbitkan:
Senin, 11-Feb-2013, 16:19 WIB

Dilihat:
6717 kali

Lakum Dinukum Waliyadin yang Kebablasan

foto gambar pembuka artikel Lakum Dinukum Waliyadin yang Kebablasan

Ayat keenam surat Al-Kafiruun ini memiliki arti,

 

"Untukmu Agamamu dan untukkulah Agamaku"

 

yang terjadi adalah disalah-artikan menjadi,

 

"Ngapain sih kamu ngurusin agamaku!"

 

atau malah

 

"Suka-suka aku dong mau ngapain! Ini kan agamaku ya urusanku!"

 

Hwarakadah...

 

Yang demikian itu:

\n
    \n
  1. Mencerminkan watak egois
  2. \n
  3. Ingin berbuat sesuka hati
  4. \n
\n

Orang-orang seperti itu, mau sih diatur asalkan

 

"Kalau peraturannya bikin enak ya ngikut, kalau nggak enak ya ngapain diikutin? Males banget! Suka-suka aku lah pokoknya."

 

Waduh! Asal tahu aja ya, yang namanya peraturan itu memang lebih banyak nggak enaknya dibandingkan enaknya. Kan peraturan itu untuk membatasi keegoisan kita, supaya kita jangan semaunya sendiri agar orang lain juga nyaman. Sebaliknya, orang lain juga berbuat hal yang sama agar kita nyaman. Begitu toh?

 

"Ah ribet! Dunia sekarang udah kacau! Nggak usah munafik! Pokoknya cari asik aja!"

 

Sebagai sesama umat beragama yang memeluk agama yang sama, kita ini ya harus saling mengingatkan pada kebaikan, pada keteraturan. Bukan saling mengingatkan untuk tidak mencampuri urusan agama orang lain. Kalau memang seandainya kamu tidak mau diatur dan berbuat sesukamu dengan agamamu, ya sudah, hidup sana di dasar laut yang hanya ada kamu seorang, biar kamu bebas ngapa-ngapain.