Diterbitkan:
Senin, 02-Feb-2015, 09:46 WIB

Dilihat:
487 kali

Nasihat Ibu

foto gambar pembuka artikel Nasihat Ibu

Entah kenapa, hari itu aku merasa perlu ada perbincangan antara ibu dengan anaknya. Tapi ndilalah di hari itu kurang-lebih apa yang ingin aku dengar sudah aku dengar dari perbincangan ibu dengan anaknya yang satu lagi. Aku memang penguping yang baik.

 

Sebenarnya sih aku juga sudah mengira-ngira nasihat apa yang kelak akan diomongkan Ibu. Ketika pada akhirnya dialog antara ibu dan anak itu terjadi juga di sore hari yang singkat, keluarlah pernyataan beliau yang tidak terduga.

 

"Kamu shalat dulu yang tepat waktu"

 

Sebagai seorang anak dengan mental pembangkang, respons pertama adalah bertanya alasan dibalik pernyataan tersebut. Soalnya menurutku it doesn't make sense. Walau samar-samar aku teringat ucapan seorang gadis, "...karena kita punya Tuhan...".

 

Ibu membalas dengan cerita yang menurutku juga doesn't make sense. Ada orang yang hidupnya baik-baik saja karena modalnya hanya shalat tepat waktu. Walaupun dia pelit, suka menyinggung orang lain, dan pernah didiagnosis sakit kanker (tapi kini dinyatakan sembuh).

 

Aku tertidur selepas perbincangan itu. Hari yang terasa melelahkan. Aku terbangun saat mendengar adzan maghrib berkumandang dan teringat kalau tadi aku belum shalat ashar. Duh!