Diterbitkan:
Sabtu, 27-Mei-2017, 12:25 WIB

Dilihat:
90 kali

Negara Harusnya Jangan Mempersulit Warganya Beribadah!

foto gambar pembuka artikel Negara Harusnya Jangan Mempersulit Warganya Beribadah!

Pada suatu petang terjadilah percakapan antara Orang A dan Orang B.

 

Si Orang A dengan raut wajah masam berkata, "Negara harusnya jangan mempersulit warganya beribadah!"

Si Orang B dengan wajah penasaran bertanya kepada Orang A, "Lho? Memangnya negara ngapain sehingga kamu sulit beribadah?"

 

Si Orang A masih dengan wajah masam menjawab, "Ya, macam-macam! Kamu tahu sendirilah!"

Si Orang B masih dengan wajah penasaran bertanya lagi, "Yang lebih spesifik dong?"

 

Si Orang A terdiam sebelum menjawab, "Ya, misalnya ini."

Si Orang A kemudian meletakkan map plastik bening berisi lembaran kertas di atas meja, "Dari pagi tadi aku menunggu lama buat mengurus berkas-berkas ini di dinas selesainya baru siang tadi!"

 

Si Orang B kebingungan, "Maksudnya apa antara ibadah, berkasmu, dan kamu yang menunggu lama?"

Si Orang A menjawab, "Ya, karena aku harus menunggu itu jadinya aku telat salat zuhur!"

Si Orang B bertanya lagi, "Tapi kamu tetap bisa salat kan?"

Si Orang A menjawab, "Ya bisa, tapi kan aku nggak tenang salat seumpama nanti nomor antrianku dipanggil."

Si Orang B bertanya, "Terus kamu salatnya kapan?"

Si Orang A menjawab, "Ya setelah nomor antrianku dipanggil lah! Biasanya aku pas mendengar azan langsung salat."

Si Orang B bertanya, "Segera di tempat itu juga atau nyari masjid atau musala? Semisal dalam kondisi jauh dari masjid atau musala gimana?"

Si Orang B menjawab, "Ya, nggak mungkin lah kalau sulit nyari tempat salat. Kan aku nggak pernah pergi-pergi ke tempat yang aneh-aneh nggak ada tempat salatnya!"

 

"Hmmmm", si Orang B berpikir sejenak, "Jadi kamu maunya negara berbuat gimana dengan kasusmu ini?"

"Hmmmm", si Orang A juga berpikir sejenak, "Karena aku mau segera salat jadi harusnya aku didahulukan!"

"Yooo nggak bisa gitu!", si Orang B menyanggah dengan cepat, "Egois itu namanya! Hanya mementingkan diri sendiri! Lha kalau orang lain juga ada perlu yang lebih penting dari salat gimana?"

"Heh!? Jadi kamu pikir salat itu nggak penting!?", si Orang A balik bertanya dengan nada tinggi

"Ya penting. Tapi kan misal ada orang yang antri dan dia misalnya harus segera ke rumah sakit gitu kan dia lebih berhak didahulukan kan?", tangkis si Orang B

"Ya kalau gitu dibuatlah supaya nggak ada antrian. Jadinya, yang datang langsung dilayani dan langsung selesai.", kata si Orang A

"Cara supaya nggak ada antrian gimana? Menambah personil atau menyederhanakan prosedur?", tanya si Orang B

"Ya mana aku tahu! Itu urusannya negara lah! Sebagai warga kan aku hanya mau cepat dilayani dan bisa beribadah.", jawab si Orang A