Diterbitkan:
Selasa, 08-Apr-2014, 08:46 WIB

Dilihat:
392 kali

Ngurus Negara itu Serba Memilih

foto gambar pembuka artikel Ngurus Negara itu Serba Memilih

Ngurus negara itu, sebenarnya lebih kepada memilih. Yaitu memilih kebijakan mana yang bakal diterapkan pada rakyat. Jadi, karena kerjaannya hanya "memilih", mengurus negara terdengar lebih mudah ketimbang memacul sawah.

 

Siapa bilang ngurus negara itu mudah karena hanya memilih? Memilih kebijakan pun menjadi berat tatkala rakyat menginginkan pilihan kebijakan yang memihak dirinya. Rakyat termasuk para pengurus negara inginnya cuma satu, hidup enak alias tidak susah. Dan itu semua perlu landasan kebijakan yang dipilih pengurus negara.

 

Sayangnya, kebijakan yang dipilih itu hanya menetapkan satu. Tidak mungkin bisa membuat kebijakan yang menuruti semua keinginan rakyat. Yang ada itu keinginan pihak tertentu dituruti, namun pihak yang lain tidak. Atau keinginan semua pihak sama-sama dituruti walau tidak sepenuhnya. Sebab keinginan itu datangnya dari nafsu.

 

Maka dari itu, rakyat pun jadi berat dalam memilih pengurus negara. Karena menentukan calon pengurus negara yang kelak tidak menuruti hawa nafsunya sendiri merupakan tugas yang berat bagi rakyat. Bahkan lebih berat daripada ujian sekolah dan ujian lamaran kerja. Sebab ini menyangkut hajat hidup rakyat satu negara.

 

Jadi, wajar bila kita bingung. Sebab mengurus negara itu repot. Sebab memilih itu berat. Sebab hidup itu pilihan.