Diterbitkan:
Jum'at, 20-Jan-2017, 10:16 WIB

Dilihat:
178 kali

Pengertian Perbuatan Sia-Sia itu Apa?

foto gambar pembuka artikel Pengertian Perbuatan Sia-Sia itu Apa?

Sambil meratapi nasibnya dia berujar lirih,

"Sia-sia saja usahaku selama ini."

Aku yang duduk di sampingnya sambil mengunyah tahu isi pun iseng-iseng bertanya,

"Hauwfa maufhudmo?"

 

Dia keheranan,

"Ha?"

Telapak tanganku kuhadapkan ke wajahnya. Kutelan gorengan yang ada di mulutku dan kembali berujar,

"Maksudku barusan itu apa maksudmu?"

Dia masih memajang mimik wajah orang yang kebingungan,

"Maksudmu maksudku gimana sih?"

Haisy!

 

###

 

Dia pun bercerita. Dia sudah belajar keras setiap hari. Akan tetapi hasil ujiannya kurang memuaskan. Sangat jauh dari apa yang diharapkannya. Alhasil, dia merasa segala upaya belajar yang dia lakukan itu adalah sia-sia.

 

Kuteguk segelas wedang jahe yang pelan-pelan tak lagi menghangatkan tubuh dari dinginnya malam. Aku memilah-milah kalimat apa kiranya yang bakal aku katakan kepadanya,

"Sudah toh! Santai saja!" ataukah
"Itu artinya kamu kurang belajar!" ataukah
"Mungkin kamu memang bodoh?" ataukah
"Memang nasibmu lagi sial!" ataukah
"Itulah takdir yang digariskan oleh Tuhan kepadamu!"
 

Dari semua pilihan itu tidak ada yang terdengar tidak menyayat hati. Jadi aku bertanya kepadanya, sekadar memastikan,

"Kenapa bisa kamu merasa segala belajar keras yang kamu lakukan itu sia-sia?"

Dia pun menjawab lirih dengan nada penuh penyesalan,

"Karena aku gagal ujian!"

Aku pun akhirnya menimpali singkat,

"Sedih ya...."

 

###

 

Guna menghibur hatinya aku pun ikut bercerita. Kantorku itu letaknya di pinggir jalan besar. Alhasil debu bebas mudah leluasa masuk mengotori dalam kantor. Pagi dibersihkan. Sorenya sudah kotor lagi. Benar-benar suatu pekerjaan menyapu dan bersih-bersih yang sepertinya tiada akhir. Sampai-sampai seorang kawan pernah bertanya,

"Buat apa sih dibersihkan? Paling beberapa jam lagi juga sudah kotor lagi?"

 

Kawan ini menganggap bersih-bersih yang aku lakukan adalah suatu perbuatan yang sia-sia. Buat apa coba dibersihkan kalau belum lama sudah kotor lagi? Ya kan?

Aku membalas pertanyaannya, dengan suatu pertanyaan balik,

"Lha kamu sendiri? Buat apa makan siang kalau nanti malam lapar dan makan lagi?"

 

Obrolan kami pun berakhir dengan tawa.

 

###

 

Kalau menurut kebanyakan orang, perbuatan sia-sia diartikan sebagai perbuatan yang tidak bermanfaat, perbuatan yang tidak berguna, perbuatan yang tidak menghasilkan apa-apa dan sejenisnya.

Pertanyaannya adalah, apakah tolak ukur suatu perbuatan dikatakan tidak bermanfaat, tidak berguna, tidak menghasilkan apa-apa, dan lain sebagainya?

 

Ambil contoh "perbuatan yang tidak bermanfaat". Tanyakan lagi, "Apakah betul perbuatan tersebut benar-benar tidak memberikan manfaat untuk semua makhluk yang ada di semesta ini?"

Kalau ternyata minimal ada satu makhluk yang mendapatkan manfaat dari perbuatan tersebut berarti perbuatan itu tidak sia-sia dong?

 

Ada juga tolak ukur perbuatan sia-sia yang didasarkan pada aspek kuantitatif yang cenderung signifikan. Untuk penilaian yang seperti ini, bisa jadi orang yang bekerja keras dan mendapatkan upah di bawah UMR akan merasa pekerjaannya sia-sia tatkala mendapati ada orang yang bekerja santai dengan upah berkali-kali lipat dari UMR. Ya toh?

Tolak ukur perbuatan sia-sia itu bisa berbeda-beda. Tergantung manusia yang menilainya. Kalau mau mengetahui tolak ukur perbuatan sia-sia yang absolut ya silakan bertanya pada Tuhan. Sayangnya, sampai sejauh ini Tuhan tidak memberikan daftar rinci segala macam perbuatan yang tergolong sia-sia. Tuhan pun tidak membuka sesi konsultasi yang memfasilitasi hamba-Nya untuk bertanya manakah perbuatannya yang sia-sia dan mana yang tidak. Akhirnya semua kembali pada penafsiran masing-masing manusia.

 

###

 

Kepada kawan yang bersedih karena gagal ujian ini aku berujar bahwa setidaknya belajar kerasnya itu membawa manfaat. Pertama, jelas dia sekarang lebih menguasai ilmu tersebut dibandingkan beberapa tahun silam toh?

Kedua, usahanya belajar keras jelas membawa manfaat bagi setiap pihak yang terlibat. Misalnya, kios pulsa yang menjadi langganannya membeli pulsa yang digunakan untuk browsing video latihan gratisan di YouTube, tukang parkir tidak resmi di lembaga bimbingan belajar yang setiap minggu ia sambangi, kios fotokopi tempat ia menggandakan diktat materi yang harga aslinya mahal, dan lain sebagainya.

Sedangkan tentang kegagalannya di ujian... yah... mungkin nasibnya memang seperti itu. :p