Diterbitkan:
Minggu, 19-Feb-2017, 14:43 WIB

Dilihat:
224 kali

Perlawanan Anak Terhadap Orangtua

foto gambar pembuka artikel Perlawanan Anak Terhadap Orangtua

Tentang anak yang melawan terhadap kehendak orangtua. Tentang perlawanan atas suatu hal yang memiliki sisi plus dan minusnya masing-masing.

 

Dan pada suatu siang yang mendung itu bertanyalah aku,

“Dulu kamu masuk pesantren atas pilihan sendiri atau karena disuruh orangtua?”

Tanpa berpikir lama dia menjawab,

“Kebanyakan anak-anak yang masuk pesantren itu ya karena diperintah orangtuanya.”

 

“Anak-anak itu apa nggak melawan? Dulu kamu apa ya nggak memberontak?”, tanyaku penasaran

“Dulu aku ya melawan lah! Mana mau aku masuk pesantren!? Tapi ya mau gimana lagi? Orangtuaku keras je. Terutama ibuku.”, jawabnya

 

“Keras bagaimana?”, aku masih penasaran

“Ya kalau anaknya nggak nurut bakal diguyur pakai air. Tapi habis itu disuruh minum inzana biar nggak masuk angin, hahaha”, ia tertawa mengenang masa ciliknya

 



Pada suatu kesempatan dia berkata,

“Yang namanya HAM, yang namanya hak anak itu kurang cocok diterapkan di Jawa sini. Paling-paling ya cuma ditertawakan para orangtua. Karena ya yang namanya anak itu ya harus nurut sama orangtua! Harus patuh sama perintah orangtua!”

 

“Weh! Masak begitu? Kalau orangtuanya memerintahkan yang aneh-aneh apa ya si anak tetap harus nurut?”, aku mencoba mencari alternatif aturan

 

“Ya jelas!”, ia tegaskan, “Anak itu ya memang harus nurut sama orangtua. Nah, yang jadi masalah itu orangtuanya. Bisa nggak orangtua memberi perintah yang baik pada anak?”

 



Perintah orangtua tak bisa dibantah. Durhaka adalah bagi anak yang melawan kehendak orangtuanya.

Itulah seninya hidup katanya. Bagaimana cara orangtua memerintahkan sesuatu pada anak sehingga tak menimbulkan perlawanan berarti.

 

“Ya sudah kalau kamu tidak mau. Jadi, sebaiknya bagaimana? Apa maumu nak?”

Itu yang dia sebutkan sebagai salah satu tanda orangtua yang ideal. Yang memberikan hak pada anak untuk menentukan pilihannya namun tetap mengawasi dan mengarahkannya.

 

Tapi kita semua tahu. Setiap manusia dikaruniai akal dan pikiran. Sehingga dengan demikian adanya suatu perbedaan pikiran antar orangtua dan anak adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindarkan.