Diterbitkan:
Sabtu, 26-Jan-2013, 15:53 WIB

Dilihat:
713 kali

Pertamina atau Freeport? Indonesia vs Asing

foto gambar pembuka artikel Pertamina atau Freeport? Indonesia vs Asing

Jaman sekarang ini, jarang ada yang langsung (dengan tegas) berkata "Indonesia" ketika ditanya memihak bangsa sendiri atau negara asing. Apalagi anak mudanya. Duh! Pikirannya nggak jauh-jauh dari yang namanya d-u-i-d.

 

Contohnya saat ditanya "Pertamina atau Freeport?"

 

Jawaban yang muncul bisa "gajinya lebih tinggi yang mana?"

 

Alasan yang sering diucapkan adalah "jaman sekarang ini kebutuhan hidup banyak dan mahal!"

 

Ya iyalah, itu kalau kamu mengincarnya perumahan mewah, apartemen, mobil SUV, piranti elektronik yang terus up to date, dan segala macam hal-hal yang kurang penting lainnya. Lha yang penting itu apa? Yang penting itu beras sekilo masih ada yang dijual Rp 7.000 dan tempe itu masih Rp 3.000 satu lonjor.

 

"Enak aja aku hidup kayak orang susah!?"

 

Jadi bener kan kalau kamu mau hidup mewah?

 

 

 

Sebenernya sih yang seperti ini berulang-ulang dari jaman ke jaman. Pas masa kesultanan Mataram, Sultan Agung yang terkenal itu berjuang mati-matian membela rakyatnya dengan memerangi VOC. Nah, gantian pas yang menjabat Sultan Amangkurat I yang tidak lain adalah putra Sultan Agung, dia malah ganti memihak VOC. Hwarakadah! Alasannya bisa ditebak lah. Paling nggak jauh-jauh dari kekuasaan dan d-u-i-d.

 

 

 

Jadi, pilih yang mana?