Diterbitkan:
Jum'at, 30-Des-2011, 11:23 WIB

Dilihat:
1004 kali

Pluralisme yang Kebablasan

foto gambar pembuka artikel Pluralisme yang Kebablasan

Pluralisme ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, Pluralisme laksana angin segar nan sejuk bagi kehidupan sosial lintas agama, suku, ras dan golongan. Namun di sisi yang lain, Pluralisme bagaikan badai yang berkecamuk, yang mengancam keberadaan suatu agama, suku, ras, dan golongan.

 

Pluralisme, khususnya pluralisme agama, adalah hal yang tidak bisa dimaknai secara sembarangan. Sebab pemaknaan yang kelewatan akan berujung kepada suatu hal yang kebablasan. Yakni identitas diri seorang manusia sebagai umat beragama, pemeluk suatu agama.

 

Ada perbedaan antara pluralisme dan toleransi. Sekali lagi, yang perlu diperhatikan bahwa kita sebagai umat beragama, pemeluk suatu agama, harus memegang jati diri dari agama yang kita anut tersebut.

 

Atas dasar pluralisme, kita bebas bergaul dengan siapapun lintas agama, suku, ras, dan golongan. Namun pluralisme jangan dijadikan alasan kita meninggalkan agama yang kita anut. Seperti seorang muslim bergaul dengan banyak orang lintas agama, suku, ras, dan golongan. Namun dengan beragamnya pergaulannya tersebut, jangan malah sampai muslim tersebut kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim. Seperti tidak lagi menunaikan ibadah dan bahkan mengikuti ibadah agama lain.

 

Pluralisme harus disikapi dengan bijaksana dan dengan penuh kehati-hatian. Jangan sampai angin segar yang semula sejuk ini, bertiup kencang hingga kebablasan dan membuat kita masuk angin dan bahkan meniup jati diri kita sebagai umat beragama.