Diterbitkan:
Senin, 04-Feb-2013, 05:41 WIB

Dilihat:
537 kali

Sama Seperti Minoritas Anggota Dewan

foto gambar pembuka artikel Sama Seperti Minoritas Anggota Dewan

Beberapa anggota dewan ada yang hanya bekerja untuk kepentingan kelompoknya sendiri. Mereka tidak bekerja untuk kepentingan rakyat. Sehingga, seringkali rakyat merasa anggota dewan itu tidak mewaliki mereka. Sialnya lagi, kebobrokan kinerja mereka yang dibungkus oleh alasan kepentingan rakyat itu adalah yang terekspos ke publik. Tetapi, yang bertambah sial dengan kinerja dewan seperti itu tidak hanya rakyat, melainkan anggota dewan lain yang sungguh-sungguh bekerja demi kepentingan rakyat.

 

Jangan menjadi orang yang kehilangan sopan-santun, yang tidak meminta ijin rakyat ketika melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Walaupun kepentingan tersebut baik, namun bila tidak disosialisasikan kepada rakyat akan menimbulkan salah persepsi dan bisa jadi tidak didukung rakyat. Rakyat tidak butuh kepentingan yang mendadak hadir layaknya hadiah kejutan. Rakyat butuh pengertian.

 

Jadilah orang yang penyabar. Sabar bukan berarti menjadi pecundang. Memberi rakyat pengertian memang butuh waktu dan usaha yang lama dan berat. Arahan dan bimbingan pun mutlak diperlukan, jangan hanya memberi teguran keras dan instan. Rakyat memang lugu dan awam, tetapi jangan malah melancangi rakyat seakan-akan rakyat tidak berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa.

 

Satu lagi, jika tidak merasa sebagai wakil rakyat, ya jangan mengutak-utik hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Jangan membuat rakyat menjadi jengkel dan jangan pula merusak citra wakil rakyat lain yang sungguh-sungguh bekerja demi rakyat. Tolong tambahkan tulisan "untuk kepentingan kelompok kami" untuk segala hal yang diperbuat yang tidak mendapat restu dari rakyat.

 

Nasib pesepeda harus berbeda dari minoritas anggota dewan.