Diterbitkan:
Selasa, 11-Mar-2014, 09:47 WIB

Dilihat:
522 kali

Sebelas Maret

foto gambar pembuka artikel Sebelas Maret

Dulu pas masih pakai seragam sekolah, kalau nggak salah ingat pernah belajar di pelajaran Sejarah tentang Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih sering disingkat sebagai SUPERSEMAR. Katanya, naskah aslinya sampai saat ini tidak ada. Salinannya pun ada yang bilang palsu. Juru ketiknya saja masih misterius.

 

Ini kok mirip surat buat dhemit?

 

SUPERSEMAR diturunkan pada tanggal 11 Maret 1966 dari Presiden Pak Karno kepada Mayor Jenderal Pak Harto. Intinya sih Pak Karno menyerahkan kekuasaan untuk menertibkan negara ke Pak Harto dari situasi mencemaskan di waktu itu.

 

Lima bulan sebelum SUPERSEMAR diturunkan, bulan Oktober 1965, waktu itu rakyat geger oleh aksi pembunuhan dewan jenderal yang katanya didalangi oleh Partai Komunis Indonesia alias PKI. Masih ingat toh?

 

Nah, situasi jadi ngaco pas waktu itu. Masih mending kalau PKI dibubarkan dan dimusuhi. Lha ini simpatisan dan orang-orang yang diduga terlibat PKI ditangkap dan dibunuh. Rakyat bunuh rakyat, bukan rakyat bunuh penjajah. Apalagi dikait-kaitkan dengan isu agama, sebab PKI itu katanya tak beragama.

 

Brutal lah cerita-cerita mulai awal Oktober 1965 itu. Banyak yang sadis-sadis. Imbasnya, selain banyak orang mati, kestabilan ekonomi juga ikut terganggu. Karena itu turunlah SUPERSEMAR yang diemban oleh Pak Harto. Waktu itu rakyat udah nggak percaya sama Pak Karno, lha wong Pak Karno alirannya kan NASAKOM (Nasionalis, Agamis, Komunis) dan PKI itu dimanja sama Pak Karno.

 

Ada yang bilang kalau ini konspirasinya Pak Harto untuk merebut kekuasaan negara. Apapun itu, naskah asli SUPERSEMAR sampai saat ini tidak ada. Jadi, kesan heroik dari SUPERSEMAR itu sendiri patut dipertanyakan. Segitu dulu deh.