Diterbitkan:
Jum'at, 15-Mar-2013, 06:56 WIB

Dilihat:
3087 kali

Tafsir Al-Baqarah ayat 280 yang Kebablasan

foto gambar pembuka artikel Tafsir Al-Baqarah ayat 280 yang Kebablasan

Di Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 280 memiliki arti:

 

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

 


Sepintas, ayat ini menyejukkan. Terlihat bagaimana Islam sangat toleran dalam memperlakukan orang yang sedang berkesusahan, dalam hal ini seorang yang berhutang.

 

Namun, kesejukan ini bisa berbalik menjadi angin dingin yang menusuk tulang tatkala beberapa orang menafsirkannya sebagai,

 

"Yes! Dengan ayat ini aku bisa bebas ngutang duit sama orang-orang! Tunda-tunda aja bayar utangnya! Kan aku ngutang berarti aku lagi susah! Yes!"

 

Ya, bayangin aja ada orang ngajuin permohonan kredit, misalnya KPR, terus dia nunda-nunda bayar hutangnya sambil menunjukkan surat Al-Baqarah ayat 280 ini. Kalau begini caranya, kredit macet bakal merajalela, dan banyak usaha yang bangkrut. doh!

 

Sebenernya, ini sih bukan "kekurangan" Islam, tapi orangnya aja yang nggak tahu diri!

 

Seandainya orang yang berhutang itu tahu diri:

\n
    \n
  1. Dia pasti lebih memilih hidup nggak punya hutang.
  2. \n
  3. Kalau pun dia harus berhutang, itu kondisinya kalau sudah kepepet banget.
  4. \n
  5. Dia berhutang dalam jumlah sedikit.
  6. \n
  7. Dia berusaha bayar hutangnya, setidaknya bayar hutangnya dicicil.
  8. \n
\n

Selain poin di atas itu, mereka yang berhutang adalah orang yang tidak tahu diri.